50 Pull-Up

Cara Melakukan 50 Pull-Up

21-25 Pull Up

Jika kamu melakukan 21-25 pull up dalam tes
Hari 1
120 detik (atau lebih) antar set
Hari 5
120 detik (atau lebih) antar set
set 1 12 set 1 14
set 2 16 set 2 19
set 3 12 set 3 14
set 4 12 set 4 14
set 5 maks (minimum 15) set 5 maks (minimum 19)
Istirahat minimal 1 hari Istirahat minimal 1 hari
Hari 2
120 detik (atau lebih) antar set
Hari 6
120 detik (atau lebih) antar set
set 1 13 set 1 15
set 2 16 set 2 20
set 3 12 set 3 14
set 4 12 set 4 14
set 5 maks (minimum 16) set 5 maks (minimum 20)
Istirahat minimal 1 hari Istirahat minimal 2 hari
Hari 3
120 detik (atau lebih) antar set
Hari 7
120 detik (atau lebih) antar set
set 1 13 set 1 16
set 2 17 set 2 20
set 3 13 set 3 16
set 4 13 set 4 16
set 5 maks (minimum 16) set 5 maks (minimum 20)
Istirahat minimal 2 hari Istirahat minimal 1 hari
Hari 4
120 detik (atau lebih) antar set
Hari 8
120 detik (atau lebih) antar set
set 1 14 set 1 16
set 2 19 set 2 21
set 3 13 set 3 16
set 4 13 set 4 16
set 5 maks (minimum 18) set 5 maks (minimum 20)
Istirahat minimal 1 hari Istirahat minimal 1 hari
Hari 9
120 detik (atau lebih) antar set
set 1 17
set 2 22
set 3 16
set 4 16
set 5 maks (minimum 21)
Istirahat minimal 2 hari
Iklan

Pull Up Berbeban: Cara dan Alasan Menambah Beban

Ada satu titik di mana pull up dengan berat badan sendiri berhenti terasa berat. Ketika kamu bisa menyelesaikan set yang rapi tanpa banyak kesulitan, menggantung beban dari sabuk adalah langkah berikutnya yang wajar. Pull up berbeban mengubah gerakan yang sudah kamu kuasai kembali menjadi tantangan sungguhan, dan justru itulah yang dibutuhkan ototmu supaya terus beradaptasi.

Alasan utama menambah beban adalah progressive overload, prinsip sederhana bahwa otot tumbuh dan menguat ketika kamu secara bertahap menuntut lebih banyak darinya. Berat badan adalah batas yang tetap; sabuk beban tidak. Dengan menambah sedikit demi sedikit seiring waktu, kamu menjaga stimulus tetap tinggi, menghindari kebuntuan yang cepat atau lambat menghampiri setiap rutinitas kalistenik, dan terus maju dalam kekuatan maupun ukuran otot. Sebuah studi yang terbit di Journal of Strength and Conditioning Research pada 2014 membandingkan pull up berbeban dan tanpa beban, lalu menemukan bahwa menambah beban meningkatkan aktivasi otot, terutama pada lats dan biceps, dan sebuah studi di Journal of Applied Biomechanics pada 2018 melaporkan peningkatan kekuatan tubuh bagian atas yang berarti pada orang-orang yang melatih versi berbeban.

Manfaatnya menyebar luas. Otot penarik yang kamu bangun, yaitu lats, biceps, dan trapezius, adalah otot yang sama yang kamu pakai untuk memanjat, mengangkat, dan menyeret, sehingga kekuatan di sini cenderung ikut muncul di gerakan angkat lain dan dalam tugas sehari-hari. Cengkeraman pun ikut terlatih, sebab menahan posisi saat terbebani menuntut pegangan yang kuat dan mantap.

Kalau kamu ingin menambah beban, lakukan dengan sengaja. Mulailah dengan beban yang menantang tetapi masih terkendali, memakai dip belt dengan piringan atau rompi beban, dan tambah beban hanya ketika beban saat ini mulai terasa ringan. Jaga tekniknya tetap jujur: punggung kencang, bahu turun dan tertarik ke belakang, dagu melewati bar, rentang gerak penuh, dan terkontrol saat turun. Sesuaikan jumlah repetisi dengan tujuanmu, kira-kira 4 sampai 6 repetisi dengan beban lebih berat untuk kekuatan dan ukuran, repetisi lebih tinggi dengan beban ringan untuk daya tahan, dan istirahatlah beberapa menit di antara set berat agar tiap set tetap rapi.

Beberapa kebiasaan membuatnya bisa dijalani jangka panjang. Lakukan pemanasan dengan peregangan dinamis dan satu atau dua set pull up tanpa beban lebih dulu. Kalau kamu baru mulai menambah beban, minta bantuan teman latihan untuk memasang dan melepas piringan. Dan perhatikan apa yang tubuhmu sampaikan; kalau teknik mulai rusak atau ada yang terasa tidak beres, kurangi bebannya atau berhenti. Dijalani dengan sedikit kesabaran, pull up berbeban adalah salah satu cara paling andal untuk terus bertambah kuat lama setelah versi berat badan sendiri menjadi rutinitas biasa.